Sabtu, 16 Februari 2013

Hukum Ghibah (Membicarakan Kejelekan Orang Lain) dalam Islam


Apakah ghibah itu? Jawabannya dapat kita temukan dalam hadist Rasulullah SAW berikut ini : --Rasulullah bersabda, “Tahukan kalian apa itu ghibah?”, mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau bersabda, “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahi-nya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya.” (HR. Muslim) --

Dalil-dalil keharaman ghibah dan bahayanya.

Ghibah termasuk perbuatan dosa besar, hal ini bisa ditemukan keterangannya pada ayat dan hadist berikut ini :

1.   Allah ta’ala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah sebagian kalian menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertawakalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuraat : 12)

2.   “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur – 19)

3.   Di dalam Sunan Abu Dawud tercantum sebuah hadist yang diriwayatkan dari jalan ‘Aisyah. Beliau berkata : “Wahai Rasulullah, cukuplah menjadi bukti bagimu kalau ternyata Shafiyah itu memiliki sifat demikian dan demikian.” Salah seorang periwayat hadist menjelaskan maksud ucapan ‘Aisyah bahwa Shafiyah itu orangnya pendek. Maka Nabi SAW bersabda, “Sungguh engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicelupkan ke dalam lautan maka niscaya akan merubahnya.”

4.   Di dalam Sunan Tirmidzi terdapat riwayat yang menceritakan hadist dari jalan Ibnu ‘Umar, beliau berkata : Rasulullah SAW naik mimbar dan menyeru dengan suara lantang, “Wahai segenap manusia yang masih beriman dengan lisannya namun iman itu belum meresap ke dalam hatinya janganlah menyakiti kaum muslimin. Dan janganlah melecehkan mereka. Dan janganlah mencari-cari kesalahan-kesalahan mereka. Karena sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari kejelekan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengorek-ngorek kesalahannya. Dan barang siapa yang dikorek-koorek kesalahannya oleh Allah maka pasti dihinakan, meskipun dia berada di dalam bilik rumahnya.”

5.   Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai orang yang telah menyatakan Islam dengan lisannya namun iman itu belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalain semua menyakiti sesama muslim, janganlah kalian membuka aib mereka, dan janganlah semua kalian semua mencari-cari (mengintai) kelemahan mereka. Karena siapa saja yang mencari kekurangan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengintai kekurangannya, dan siapa yang akan diintai Alah kekurangannya maka pasti Allah akan ungkapkan, meskipun dia berada dalam rumahnya.”

6.   Rasulullah SAW bersabda : “Ghibah itu lebih keras daripada zina.” Mereka bertanya,” Bagaimana ghibah lebih keras daripada zina, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang telah berzina, kemudian bertaubat dan Alah mengampuni dosanya, sedangkan orang yang melakukan ghibah tidak akan diampuni Allah, hingga orang yang di-ghibah-nya mengampuninya.”

7.   Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang berkata tentang seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak terjadi (tidak dia perbuat), maka Allah SWT akan mengurungnya di dalam lumpur keringat ahli neraka, sehingga dia menarik diri dari ucapannya (malakukan sesuatu yang dapat membebaskannya).”  (HR. Ahmad)

8.  Rasulullah SAW bersabda : “Ketika aku di-mi’raj-kan aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga. Dengan kuku-kuku itu mereka mencakar-cakar wajah dan dada-dada mereka sendiri. Maka aku berkata, “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” . Jibril menjawab, “Mereka itu adalah orang-orang yang berani memakan daging-daging menusia serta menjatuhkan kehormatan dan harga diri orang lain.” (HR. Abu Daud)


sumber : http://muhfachrizal.blogspot.com 

Ketika jatuh cinta, sesungguhnya kita telah kehilangan 2 sahabat


falling in love
Profesor Robin Dunbar, dari Oxford University menyatakan bahwa nilai sebuah cinta sebanding dengan dua sahabat karib. Artinya, jika seseorang sedang jatuh cinta maka ia akan kehilangan dua teman sekaligus dalam lingkaran kehidupannya.
“ Dua teman dekat adalah harga rata-rata yang akan Anda bayar untuk sebuah cinta,” ujar psikolog kenamaan asal negeri para musisi The Beatles tersebut.
Dari dua sahabat yang menjadi korban jatuh cinta tersebut, salah satunyaditumbalkan untuk memperlancar jalan mendapatkan pasangan baru, sementara yang satunya lagi menghilang karena dicuekin terlalu lama.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa persahabatan dapat layu dengan sendirinya jika tidak ada upaya silaturahmi untuk merawatnya.
Dunbar menyebutkan bahwa setiap orang memiliki “lapisan” yang sangat intim dalam suatu persahabatan karib. Lapisan ini sering dikorbankan manakala seseorang sedang jatuh cinta. Mereka kadang melupakan banyak persahabatan yang sudah terjalin sedemikian lama hanya karena sedang dimabuk asmara.
Dia menduga salah satu alasan orang kehilangan teman ketika jatuh cinta hanyalah dikarenakan jumlah waktu yang banyak tersita untuk sang kekasih barunya.
“Keintiman hubungan dan keterlibatan emosi Anda dengan sang kekasih, berkorelasi sangat erat dengan frekuensi interaksi Anda,” lanjut Profesor Dunbar. “Saat Anda sedang jatuh cinta, yang terjadi adalah Anda begitu sepenuhnya memfokuskan diri pada pasangan romantis Anda. Akhirnya, Anda abai terhadap sahabat yang selama ini dekat dengan Anda sehingga beberapa dari relasi yang telah terjalin baik mulai memburuk.”
Lebih dari 100 pria dan wanita berusia 18-60 mengambil bagian dalam studi tentang korelasi hubungan romantis dan persahabatan tersebut. Meskipun wanita cenderung lebih aktif secara sosial daripada pria, keduanya cenderungkehilangan jumlah teman yang sama ketika menemukan pasangan baru.Padahal lirik lagu Soleram telah mengingatkan:
“Kalau Tuan dapat kawan baru, sayang
Kawan lama dilupakan jangan.”

sumber : http://www.tipsmencarijodoh.com/nyatakan-cinta/ketika-jatuh-cinta-sesungguhnya-kita-telah-kehilangan-2-sahabat.html

Jika Belum Siap,Cintai Dia Dalam DIAM


Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai dia dalam diam ...

karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mahu merosakkan kesucian dan penjagaan hatinya..

kerana diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merosak izzah dan iffahmu ..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
kerana mungkin orang yang kau cinta itu adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah

kerana dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?

dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...

jika dia memang bukan milikmu, pasti Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...



sumber : http://afifatulblog.blogspot.com/2012/03/jika-belum-siapcintai-dia-dalam-diam.html